Posted in Comedy, Friendship, Not Categorized, School life

[FF Berantai] Flechazo : Ups!

fleca_zho

Flecazo : Ups! | by tifaahand

Chanyeol Park | Romance, Friendship, Comedy, Fluff, Schoollife | PG

Prolog | Clueless | Drama | Puzzled | The Other Side

jadi, apa yang harus Chanyeol lakukan selanjutnya?

Benda persegi panjang berwarna putih itu berputar mengikuti gerak tangan Chanyeol. Ke kanan, ke kiri, tak ada tanda-tanda pesan kakao dari grupnya yang tidak jelas itu muncul. Padahal di jam-jam seperti ini, biasanya si cerewet Baekhyun atau si black guy Jongin akan memulai percakapan random mereka dimalam hari. Entah perkara tugas, curhatan kisah cinta tak terbalas, bahkan gosip boyband-girlband terbaru. Oh, jangan lupakan drama picisan ala-ala ibu rumah tangga. Itu adalah topik terfavorit sepanjang masa selain membully si balck guy Jongin. Ia mendesah pelan, mengacak rambut emasnya kasar sebelum akhirnya memutuskan untuk memulai.

Me

Hey Baek, Hun, aku minta maaf.

Satu menit, dua menit, lima menit, layarnya masih menampilkan foto keenam lelaki berbadan timpang tanpa dering sahutan. Sepertinya Chanyeol memang sedikit keterlaluan siang tadi, mengingat ia mendamprat langsung dua bocah yang sedang menggigit makan siang mereka. Mengeluarkan segenap emosi yang tertahan tanpa mengonfirmasinya terlebih dahulu. Namun, disisi lain ia juga kesal dengan apa yang dua orang itu lakukan. Meski pun sebagian lainnya berterima kasih, sih.

Me

Baekhyun, Sehun, aku minta maaf.

Lagi, ia coba menarikan jemarinya dengan ketikan serupa. Layarnya berketip pelan, tetapi bukan pemilik nama yang disebutnya yang membalas.

Jongdae

Sudahlah guys, tidak baik jika kita saling bermusuhan.

Kyungsoo

Benar, lagipula kalian juga salah mengambil jalan.

Jongin

Bagaimana jika besok eskrim gratis untuk merayakannya.

Kyungsoo

Apa yang harus dirayakan, Jongin?

Jongin

Putusnya Soojung dengan Kang Minhyuk \^^/

Jongdae

Baik, kau yang bayar!

Kyungsoo

Kau yakin mereka sudah putus?

Jongin

Tentu saja, aku dapat info dari teman Sulli yang temannya Soojung kalau mereka sudah putus.

Kyungsoo

Informasimu tidak akurat Jong.

Jongdae

Biarlah Kyung, yang penting besok eskrim gratis. cihuyy

Baekhyun

Kalian berisik sekali astaga, aku masih harus menyelesaikan setoranku!

Me

Baek aku minta maaf,

Baekhyun

Dan kau Park Chanyeol!!!

Ngga  usah sok drama, karena kita baru akan kumpul besok untuk latihan.

Dan lagi untuk kalian diam, karena bacaanku terpotong.

Jongin

Hyung, jangan bilang setoran itu …

Kyungsoo

Kau jorok sekali Baek,

Jongdae

Astaga, jadi kalian bermain drama di toilet?

Tidak kusangka

Sehun

Apa aku melewatkan sesuatu?

Jongdae

Kau melewatkan eskrim gratis hun 😀

Baekhyun

YAAAAAAAAA, KALIAN BISA DIAM TIDAK!!!

Sehun

Apa? Kalian makan eskrim ditoilet? ewhh

Sudut bibir Chanyeol tertarik keatas, sekali lagi ia mengembuskan napas panjang. Capslok milik Baekhyun yang mewakili lengkingan tinggi nan cemprengnya sudah cukup untuk diidentifikasikan sebagai penerimaan maaf darinya. Sejenak sebagian batu-batu yang menghimpit ruang dada Chanyeol bergemuruh turun. Satu beban menghilang.

“Apa kau bertengkar dengan kekasih gelapmu?”

Namun, alih-alih terbentuk lengkungan pelangi terbalik sempurna diwajahnya. Mukanya tertekuk seketika, menciptakan lipatan di kening serta kerucutan dikedua belah bibirnya. Baru saja ia menarik napas lega pasal pertengkarannya dengan Baekhyun dan Sehun, kini ia harus berhadapan dengan kakak perempuan abnormalnya.

“Bisakah kau berhenti membicarakan omong kosong?”

Chanyeol menjawab ketus. Sebisa mungkin menahan amarahnya yang sudah menyentuh ubun-ubun. Matanya melirik sekilas ke arah perempuan yang tengah asyik dengan ponselnya. Selama 18 tahun hidupnya, Chanyeol begitu penasaran, apa gerangan yang mamanya idamkan saat mengandung Yoora sehingga ia bisa jadi semenyebalkan ini.

Sedikit berjengkit, tepat didetik kesepuluh setelah lirikan Chanyeol kepada perempuan itu. Ia membalikkan tubuhnya dan membalas dengan tatapan memicing.

“Jika ini hanya omong kosong, maka cepat selesaikan taruhanmu. Anggota band dengan stick drum ditangannya masa tidak bisa dapat pacar? Kau bahkan melewatkan seminggu berhargamu bersamanya.”

Ia menaik turunkan dagunya sembari kembali memerhatikan tampilan Chanyeol dari ujung kepala hingga kaki. Membuat sang lawan bicara geram setengah hidup. Buku-buku jarinya mengepal, jika saja ia tidak ingat kalau perempuan itu kakak sekandungnya, mungkin ia tidak akan selamat pulang dari tempat kerjanya. Meninggalkan sebuah nama dalam surat kabar pagi dengan kategori tajuk utama. Iya, semacam ditemukannya wanita tercincang di sebuah gang sempit.

Chanyeol meringis, sepertinya ia sudah tertular teman tergilanya, pasangan gay nya versi Yoora, si cantik Baekhyun. Imajinasinya terlalu jauh. Bagaimana pun juga ia masih mempunyai seupil rasa sayang pada kakaknya. Ya, dengan syarat ia bisa mengikat atau mengurung perempuan itu disebuah ruangan. Tunggu, apa bedanya?

Yoora baru akan kembali membuka mulutnya kala suara mama Park menginterupsi empat lubang telinga mereka untuk segera bergabung ke meja makan. Mengisi lambung sebelum mengakhiri hari itu, yang mau tak mau membuat kaki panjang masing-masing untuk beranjak dari sofa marun; sang saksi bisu pertengkaran kedua saudara Park dari tahun ke tahun. Dan demi spongebob yang berwarna kuning, Chanyeol berjanji untuk lebih patuh kepada mama tersayangnya mulai dari sekarang.

“Hey Jongin, kedai bibi Kim sepulang latihan drama. Bagaimana?”

Secepat ia menyeruput susu cokelat milik Jongin, Jongdae mengakhiri kalimatnya.  Membuat sang empunya hanya bisa membuka mulut dengan ketipan bertubi. Masih mencerna apa yang Jongdae katakan.

“Jong, Jongin,”

Belum sempat Jongin merespons ulah Jongdae, Sehun dengan sengaja menubrukkan sikunya tepat ke tulang iga miliknya.

“YA!!”

“Ssst, kau yakin mereka sudah putus?”

Satu persatu manik dari lelaki yang duduk melingkari meja kafetaria bergulir mengikuti arah pandang Sehun, sepasang lelaki dan wanita tengah berdiri diujung kafetaria. Bertukar sapa dan tawa renyah, yang kemudian menghilang dibelokan pertama.

“Bukankah itu Soojung dan Kang Minhyuk?”

Memang dasar orang paling tidak bisa memahami situasi. Tak usah diperjelas, siapa pun yang melihat sudah tahu jika itu mereka berdua. Berdo’a saja untuk tuan Byun, semoga gertakan gigi dari lelaki dengan kulit paling hitam diantara mereka tidak tersalurkan melalui layangan tangan seperti yang dilakukan oleh Chanyeol kemarin

“Aaaah eskrim gratisku.”

“Kubilang juga apa. Informasimu tidak akurat Jong.”

Sedikit tergelak Kyungsoo mengamati perubahan air muka lelaki itu. berpura-pura acuh tak acuh terhadap perkataan Kyungsoo. Berpolah seolah telinganya tuli dan sibuk membolak-balikkan naskah yang berada didepannya.

“Yah, setidaknya ia menjadi istrimu dalam drama nanti.”

Sehun terbahak, tak peduli dengan tatapan tajam Jongin yang dilayangkan padanya sekarang. Toh, itu tidak membuatnya kehabisan napas.

“Ngomong-ngomong apakah ada nama Kang Minhyuk dalam naskah?”

Kyungsoo menaikkan satu alisnya, entah masih dalam mode menggoda Jongin ataukah memang pertanyaan spontan dari hatinya. Ia bahkan mengacuhkan rengekan lelaki itu dan menatap satu persatu teman-temannya.

“Tidak, dia ada dibagian penataan panggung.”

Jongdae menyahut, setelah menyeruput jus jeruk milik Sehun yang tersisa separuh.

“Ya Hyung!”

“Bagaimana kau tahu?”

Chanyeol menambahi. Membuat fokus kini beralih sepenuhnya kepada Jongdae—termasuk Jongin dengan muka keruh bak kobokan cuci piring milik bibi Son.

“Kata adikku, semua anak klub seni bertugas mengurus setting panggung. Juga kostum, musik latar dan entahlah, aku tidak begitu paham mengenai seluk beluk perpanggungan.”

“Sejak kapan adikmu masuk klub seni?”

“Sejak negara api menyerang.”

“Jangan-jangan adikmu naksir Minhyuk?”

“Entahlah, ia tidak begitu suka mengungkit-ungkit masalah hatinya.”

“Kalau begitu jodohkan saja dia dengan Kang Minhyuk.”

“Setuju.”

“Ngomong-ngomong soal perjodohan, kita masih punya satu orang yang belum tuntas.”

Celetukan terakhir Sehun menarik seringaian kecil milik Chanyeol. Membuatnya kembali teringat tentang taruhan konyol yang ia lakukan dengan kakak perempuannya. Membuatnya kembali mengingat tentang Baek Sumin dan kegagalannya mendapatkan informasi tentang ayahnya. Oh, tambahkan tersangka teror yang masih menjadi teka-teki.

Pukul 03:00 Ruangan teater hampir terisi penuh. Sebagian siswa sudah duduk berjejer rapih di kursi merah. Guru Kim belum terlihat, Chanyeol menyapu pandangan dengan iris hitamnya. Ah, sepertinya ia juga belum datang. Belum lima detik ia kembali berkutat dengan buku naskahnya, terdengar bedebam cukup keras disudut ruangan.

“Woah, sepertinya kau tidak jadi kehilangan eskrim gratismu hyung,” itu Sehun.

“Puja kerang ajaib.” Yang ini Baekhyun.

“Sepertinya kau akan kalah dengan pria pendek itu bung.” Jongin ikut menyahut.

“Ya, kita hanya tinggal menghitung hari sampai mereka meresmikannya.” Jongdae tak mau kalah.

Bola matanya berhasil bergulir ke suara asal bedebam hebat itu terjadi. Tidak hebat juga sih, Chanyeol hanya sedikit menambahkan majas metaforanya saja yang ia pelajari kemarin. Akan tetapi, bukan dua manusia penimbul suara yang sedang bersemu kedua buah pipinya yang menarik perhatian Chanyeol. Melainkan gadis dibelakangnya, yang saat itu juga membuat dadanya berdetak tak keruan. Melemaskan seluruh persendian tulangnya.

Netranya tak ubah lensa kamera dispatch yang dapat menjepret momen-momen langka para idol ternama. Yang tentu saja didapat dari menguntit mereka sepanjang hari, jam, bahkan detik. Napasnya tertahan, tertangkap jelas semua pergerakan gadis itu. Bagaimana ia merunduk membantu mengambil setumpuk kertas yang berhamburan. Bagaimana jemarinya menyelipkan untaian rambutnya yang terjulur. Bagaimana ia tersenyum singkat setelahnya. Bagaimana, tunggu, kedua alis Chanyeol bertemu. Seharusnya gadis itu melanjutkan langkahnya yang tertunda menuju bangku-bangku di sekitarnya. Bukannya,

“Pegang dulu Baek,”

“Ya, kau mau kemana?”

Tanpa mengindahkan pertanyaan Baekhyun, kedua tungkai panjangnya terayun menuruni anak tangga, tetap berlari kecil kendati ia melihat Guru Kim sudah berada di pintu masuk sebelah kanan.

“YA !!”

Chanyeol menghentikan pengejarannya, merapatkan tubuhnya dibalik batu bata bercat putih di belakangnya setelah sayup-sayup telinganya mendengar suara teriakan sang gadis—Baek Sumin—yang diikutinya.

“Apa kau lupa eoh? Kau boleh berkencan dengan siapa pun. Tapi jangan libatkan Eunjoo dan aku!”

Menguping pembicaraan orang lain itu tidak sopan. Chanyeol tahu, tapi ia mengabaikannya. Semoga saja dosanya kali ini terampuni.

“APA KAU SUDAH GILA??”

Chanyeol berjinjit pelan mendekati ujung tembok. Melongokkan sedikit kepalanya, mencoba mengamati pergerakan yang terjadi disana, sementara ia berusaha untuk tidak menimbulkan suara.

“Kukatakan sekali lagi padamu, jangan libatkan Eunjoo dan aku, mengerti??”

Sambungan telepon ditangan kanan Baek Sumin berakhir, disusul hentakan kaki serta tubuhnya yang berputar 180 derajat. Chanyeol terpaku, manik mereka bersirobok sejenak. Iris kelam milik gadis itu menatapnya tajam. Menelanjangi tiap inci dari dirinya. Baiklah, ia memang terlihat seperti pencuri yang kepergok mengawasi incarannya. Mencari kesempatan kapankah kira-kira ia dapat mengambil hasil buruannya.

Chanyeol meremas dinding putih yang sempat menjadi sandarannya. Mendadak pasokan oksigen yang berada disekelilingnya menipis. Jantungnya berdetak diluar batas normal kala kedua tangkup bibir gadis itu terbuka,

“Apa yang sunbae lakukan disini?”

tbc

HEOL, I’M REALLY ASK SORRY FOR EVERYBODY Pertama-tama maaf kalo ini posting lewat dari jatah deadline, yang kedua, iya tau ini word vomit banget banget banget dengan topik yang sangat tidak jelas dan juga salah fokus kemana-mana.

Sebenernya ide awal ketika punya ira muncul itu ga gini. Tapi gatau kenapa pengekskusiannya malah jadi cem gini TAT semoga ka IrnaCho ga mabok buat nerusinnya, semangat KA !!

terakhir makasih banyakbanyakbanyak buat ka Ila yang sudah mengijinkan saya bergabung dengan proyek besar ini dan sekali lagi saya minta maaf buat semuanya. dan buat yang belom semangat yaa !! :’))))

mind to review?

Advertisements

Author:

you're secret admirer

102 thoughts on “[FF Berantai] Flechazo : Ups!

  1. anyeong ,
    woow kenapa chanyeol selalu mati kutu(?) , di dpan sumin? lebih tepatnya tdk bisa mengontrol dirinya sendiri , ,haha beneran deh , ngakak deh dengan tingkah mereka ,,

    @_@+fighting

    Like

  2. Pingback: dafun sefun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s